Cara Melindungi Diri Anda dari Ransomware

Cara Melindungi Diri Anda dari Ransomware

Read Time:1 Minute, 56 Second

Ransomware, sebuah jenis malware yang dapat menginfeksi sistem secara individu atau melalui jaringan seperti bisnis, rumah sakit, bandara, dan lembaga pemerintahan, terus berkembang dan semakin rumit sejak kemunculannya pada tahun 1989. Berbeda dengan malware umumnya yang berformat sederhana, ransomware modern menggunakan metode kriptografi untuk mengenkripsi file yang terinfeksi, membuatnya tidak dapat diakses.

Selain mengenkripsi file, ransomware juga dapat mengunci perangkat keras seperti hard drive, dengan tujuan menghalangi korban untuk mengakses sistem operasi. Serangan ransomware bertujuan utama memaksa korban membayar tebusan dekripsi, biasanya dalam bentuk mata uang digital yang sulit dilacak seperti Bitcoin. Namun, tidak ada jaminan bahwa pembayaran tebusan akan dihormati oleh penyerang.

Popularitas ransomware telah meningkat secara signifikan dalam sepuluh tahun terakhir, terutama dalam serangan kejahatan cyber di bidang keuangan. Ancaman serangan malware ini menjadi perhatian utama, seperti yang dilaporkan oleh Europol (IOCTA 2018).

Bagaimana Seseorang Bisa Menjadi Korban Ransomware?

Phishing adalah salah satu bentuk distribusi ransomware yang paling umum. Korban biasanya terinfeksi melalui lampiran email yang telah terinfeksi sebelumnya atau tautan yang disamarkan menjadi mirip dengan tautan yang sah. Dalam jaringan komputer, cukup satu korban untuk menginfeksi seluruh organisasi.

Exploit Kits, paket yang berisi berbagai alat jahat dengan kode eksploitasi sebelumnya, juga digunakan untuk menyebarkan malware. Paket ini dirancang untuk mengeksploitasi masalah dan kerentanan dalam perangkat lunak dan sistem operasi, terutama yang tidak aman atau sudah usang.

Malvertising adalah taktik lain yang dimanfaatkan penyerang untuk menyebarkan malware melalui jaringan iklan.

Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Serangan Ransomware?

  • Pertama, lakukan backup secara teratur menggunakan sumber eksternal sehingga Anda dapat memulihkan arsip setelah menghapus potensi infeksi.
  • Kedua, berhati-hatilah terhadap lampiran email dan tautan yang mencurigakan. Hindari mengklik iklan dan tautan yang berasal dari sumber yang tidak dikenal.
  • Ketiga, pasang aplikasi antivirus yang terpercaya dan pastikan perangkat lunak dan sistem operasi Anda selalu diperbarui.
  • Keempat, aktifkan opsi ‘Tampilkan Ekstensi File’ di pengaturan Windows agar Anda dapat dengan mudah mengenali jenis file. Hindari file dengan ekstensi seperti .exe, .vbs, atau .scr.
  • Kelima, hindari mengunjungi situs yang tidak menggunakan protokol HTTPS (terlihat dari awalan “https://”). Namun, perlu diingat bahwa beberapa situs jahat juga dapat menggunakan protokol HTTPS untuk menipu korban. Protokol saja tidak cukup untuk menjamin keamanan situs.
  • Terakhir, kunjungi situs NoMoreRansom.org yang dibuat oleh lembaga penegak hukum dan perusahaan keamanan TI. Situs ini menyediakan alat dekripsi gratis bagi korban ransomware dan juga memberikan petunjuk pencegahan.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *