Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah

1 0
()
Read Time:6 Minute, 1 Second

Kita sdh masuk dibulan maulid biar tambah kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi yuk baca sebentar Mohon ijin share sebuah cerita di ujung hidup seorang manusia yg sangat mencintai kita semua :

Allahuma Sholli’alaa Sayyidina Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam..
😭😭😭😭😭😭😭
Cerita yang tak pernah ada bosannya
Mohon Baca yaa…
Sangat Mengharukan…
😭😭😭😭😭

Assalamu’Alaikum Wr. Wb…

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam sebelum wafat.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam telah jatuh sakit agak lama, sehingga keadaan beliau sangat lemah.

Pada suatu hari, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam meminta Bilal memanggil semua Sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dgn para Sahabat.
Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt Taushiyah dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Beliau duduk dgn lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat,
menahan sakit yg tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Wahai sahabat2ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepada mu,
bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah?”

Semua Sahabat menjwb dgn suara bersemangat,
“Benar wahai Rasulullah,
Engkau telah sampaikan kpd kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yg layak disembah.”

Kemudian Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
“Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka.”

Kemudian Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda lagi,
dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah pada satu pertanyaan yg menjadikan para Sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:
“Sesungguhnya,
aku akan pergi menemui Allah SWT,
Dan sblm aku pergi,
aku ingin menyelesaikan segala urusan dgn manusia.
Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua.
Adakah aku berhutang kepada kalian?
Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut.
Karena aku tidak mau bertemu dgn Allah SWT dalam keadaan berhutang dgn manusia.”

Ketika itu semua para Sahabat diam,
dan dalam hati masing2 berkata “Mana ada Rasullullah Shalallahu Alaihi Wassalam berhutang dengan kita? Kamilah yg banyak berhutang kepada Rasulullah”.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba2 bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH,
seorg sahabat, mantan preman sblm masuk Islam, dan
dia berkata:

“Ya Rasulullah…
Aku ingin sampaikan masalah ini.
Seandainya ini dianggap hutang,
Maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa2″.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam berkata: “Sampaikanlah wahai Ukasyah”.

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
“Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cemeti ke belakang kuda.
Tetapi cemeti tsb tidak kena pada belakang kuda,
Tapi justru terkena pada dadaku,
Karena ketika itu aku berdiri dibelakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah”.

Mendengar itu,
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam berkata: “Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau,
Maka hari ini aku akan terima hal yg sama.”

Dengan suara yang agak tinggi,
Ukasyah berkata: “Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah.”

Ukasyah se-akan2 tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah kepada Ukasyah.
“Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Baginda sedang sakit..!!?

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam meminta Bilal mengambil cambuk di rumah Fatimah, anaknya.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah,
Kemudian Fatimah bertanya: “Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?”

Bilal menjawab dengan nada sedih: “Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah.”

Terperanjat dan menangislah Fatimah, seraya berkata:
“Kenapa Ukasyah hendak memukul Ayahku Rasulullah?
Ayahku sedang sakit,
kalau mau memukul,
pukullah aku anaknya”.

Bilal menjawab: “Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua”.

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikannya kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk itu,
Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2, Abu Bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: “Ukasyah… kalau kamu hendak memukul,
pukullah aku..!!
Aku adalah orang yang pertama beriman dgn apa yg Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam sampaikan.
Akulah sahabatnya di kala suka dan duka.
Kalau engkau hendak memukul,
maka pukullah aku”.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dgn Ukasyah”.

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Kemudian Umar bin Khattab berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

“Ukasyah…
kalau engkau mau mukul, pukullah aku.
Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad,
bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya.
Itu dulu. Sekarang, tidak boleh ada seorang pun yg boleh menyakiti Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.
Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah,
maka langkahi dulu mayatku..!!”

Lalu dijawab oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam:
“Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah”.

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, dan tiba2 berdirilah Ali bin Abu Talib, sepupu sekaligus menantu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: “Ukasyah, pukullah aku saja.
Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah”.

Lalu dijawab oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam:
“Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dengan Ukasyah”.

Ukasyah semakin dekat dgn Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon…
“Wahai Paman,
pukullah kami Paman, Kakek kami sedang sakit,
Pukullah kami saja wahai Paman,,
sesungguhnya kami ini Cucu kesayangan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.
Dengan memukul kami, sesungguhnya itu sama dengan menyakiti Kakek kami,, wahai Paman.”

Lalu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam berkata: “Wahai Cucu2 kesayanganku, duduklah kalian.
Ini urusan kakek dengan Paman Ukasyah”.

Begitu sampai di tangga mimbar,
dengan lantang Ukasyah berkata:

“Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini..!!”

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah SAW didudukkan pada sebuah kursi,
lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

“Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju,
Ya Rasulullah.”

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa ber-lama2 dalam keadaan lemah, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yg sangat indah; sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah, pertanda Rasulullah sedang menahan lapar…

Kemudian Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam berkata:
“Wahai Ukasyah,
Segeralah dan janganlah kamu ber-lebih2an.
Nanti Allah SWT akan murka padamu.”

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, Cambuk di tangannya ia buang jauh2. Kemudian ia peluk tubuh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam se-erat2nya,, sambil menangis sejadi-jadi2nya…

Ukasyah berkata:
“Ya Rasulullah, Ampuni aku,
Maafkan aku;
Mana ada manusia yg sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya, agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu…
Karena Engkau pernah mengatakan “Barang siapa yang kulitnya pernah bersentuhan denganku, maka diharamkan api neraka atasnya.”

Seumur hidupku aku ber-cita2 dapat memelukmu.
Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka.
Maafkan aku ya Rasulullah…”

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dgn senyum berkata:

“Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat Ahli Syurga, maka lihatlah Ukasyah..!!”

Semua sahabat menitikkan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW.

SEMOGA dengan membaca ini, bila ada air mata, ini membuktikan Kecintaan kita kepada Kekasih Allah SWT…
Allahumma’sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad.
Allahumma sholli ‘alayhi wassalam…

Semoga Allah SWT selalu meridhai kita dan kita ridha padaNya. Dan Semoga Ummat Islam di manapun berada diselamatkan Allah SWT. Hanya dengan membaca

KITA SEMUA UMAT
RASULULLAH SAW..!!!

ALLAHUMMA SHALLI’ALA SAYYIDINA MUHAMMAD,
WA’ALA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD

اللّٰهم صَلِّ عَلَی سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَی آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدﷺ❤

About Post Author

Wong Ndeso

Travel, Ride, Ngoprek apa aja yang bisa di oprek
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bahasa »